Ponsel Rusak

Kumpulan Solusi Reparasi Ponsel

Inilah Akibat Terburuk Jika Salah Install CWM

Inilah Akibat Terburuk Jika Salah Install CWM – Custom recovery tentu sudah cukup familiar bagi para user Android, terutama yang suka modding. Beberapa custom recovery seperti TWRP, CWM, atau custom recovery lain, memang sangat memudahkan bagi anda yang gemar modding. Terutama untuk melakukan installasi custom rom atau melakukan backup dan restore sebagai langkah mengatasi error. Namun ternyata, manfa’at yang ditawarkan juga cukup sepadan dengan resiko yang ditimbulkan jika kita salah install custom recovery. Baik salah dalam tata caranya, atau salah dalam memilih versi yang cocok untuk HH kita.

Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi beberapa akibat terburuk jika salah install CWM. Semua ini berdasarkan pengalaman pribadi saya, semoga saja anda bisa mengambil informasi penting dari pengalaman saya ini. Untuk beberapa alasan, saya memang lebihs suka menginstall CWM dari pada custom recovery lain. Mungkin karena saya sudah cukup familiar dengan CWM dibanding lainya. Ketika saya melakukan installasi CWM pada beberapa jenis HH, saya mengalami beberapa kasus error berikut ini yang bisa dibilang fatal. Dan berikut ini adalah akibat terburuk jika salah install CWM yang pernah saya alami.

Apa yang bisa terjadi apabila anda salah menginstal cwm pada android.

Error Yang Disebabkan Install CWM

Bootlop

Kasus pertama yang saya alami adalah device Android mengalami bootlop atau hanya berputar-putar di bagian logo secara terus menerus. Kasus ini saya alami pada device Advan T1H yang saya miliki. Entah apa penyebab pastinya saya kurang tahu karena waktu itu saya masih pemula. Tapi yang pasti, error terjadi setelah saya mengistall CWM via aplikasi di Android saya. Bisa jadi, CWM yang saya install versinya tidak cocok dengan device Advan T1H yang saya miliki. Sehingga saya harus membawanya ke tukang service untuk diflash, dan kala itu biaya flashing cukup mahal sekitar 150 ribu. Lumayan lah..

Sinyal dan IMEI Hilang

Kasus kedua saya alami ketika mencoba install CWM pada device Vertu X-Bo V1 produkan China. Karena saya tidak menemukan versi CWM yang cocok untuk HH tersebut, jadi saya coba melakukan flashing via aplikasi di Android dengan file CWM berupa file IMG. Ketika saya melakukan fashing, semua berjalan lancar dan tidak ada error yang terlihat. Namun ketika saya coba restart dan masuk ke mode recovery, selalu saja gagal. Dan ketika HH tersebut saya nyalakan, sinyal dan IMEI hilang entah kemana.

Alhasil, Android saya tak bisa digunakan untuk melakukan panggilan, SMS, dan juga koneksi ke internet. Saya coba berbagai cara untuk mengembalikan IMEI yang hilang di Android, baik via aplikasi Android atau via MTK Droid Tool melalui PC. Namun hasilnya nihil, gagal. Setelah saya mencari informasi, ternyata kesalah terletak pada file CWM yang saya install. Usut punya usut, file CWM tersebut terlalu besar untuk jenis HH saya, sehingga file CWM yang saya install menimpa file secro yang berfungsi membaca jaringan serta IMEI. Dan solusinya, saya harus melakukan flashing pada bagian file secro serta recovery untuk mngatasi masalah ini.

Hard Brick

Inilah kasus terberat yang saya alami ketika salah install CWM. Kali ini saya mencoba install CWM ke device Samsung Galaxy Win Pro. Karena chipsetnya menggunakan jenis Sapdragon, saya tidak bisa menginstall CWM via MTK Droid Tool, dan lagi.. Samsung memiliki sofware flash sendiri yang bernama ODIN. Namun teman saya bilang, install CWM pada Samsung bisa dilakukan via HH dengan menggunakan sebuah aplikasi. Saya akhirnya ikut mencoba hal tersebut, kali ini yang saya install juga file CWM berupa IMG.

Ketika proses intallasi, tak ada keanehan yang terjadi. Semua berjalan lancar hingga selesai. Namun masalah baru terlihat ketika saya coba restart HH saya untuk masuk ke mode recovery. HH saya sama sekali tidak merespon, mati. Bahkan ketika dicas, tak ada tanda-tanda kehidupan sama sekali. Bahkan gambar baterai ketika dicas juga tidak muncul. Dengan kata lain, HH saya mengalami Hard Brick. Berbagai cara mengatasi Android Hard Brick sudah saya coba, namun gagal. Sedangkan untuk bisa melakukan flashing pada Samsung, kita harus bisa masuk ke download mode. Untuk bisa ke download mode, maka HH harus hidup dulu.

Yah, akhirnya saya menyerah. Dan lagi-lagi saya harus membawanya ke tukang service karena tak bisa memperbaiki sendiri. Sebab jika sudah mengalami mati total, kemungkinan besar susah untuk ditolong. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah melakukan flashing dengan sebuah alat khusus yang bernama JTAG. Dan kata si tukang service, butuh waktu sekitar 15 jam untuk melakukan flashing dengan cara ini. Karena proses flashing dilakukan dengan menginstall system langsung ke komponen MMC device dengan cara menyambung kabel-kabel yang cukup rumit. Dan cara inipun belum tentu berhasil 100%. Bahkan saya harus menunggu dengan waktu yang cukup lama hingga berminggu-minggu.

Itulah beberapa pengalaman saya tentang akibat terburuk jika salah install CWM. Semoga anda bisa mengambil pelajaran dari semua cerita saya ini. Sehingga anda lebih berhati-hati dalam melakukan berbagai hal yang menyangkut system Android anda. Jika sekiranya anda belum tahu atau ragu, tak ada salahnya jika minta bantuan pada yang sudah ahli. Semoga info singkat ini bisa memberi sedikit inspirasi bagi anda.

Updated: April 18, 2016 — 3:00 pm

The Author

Ponsel Rusak

Ponselrusak.com merangkum solusi perbaikan High-end mobile devices dan Tablets. Silahkan follow di akun G+ +Ponselrusak.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ponsel Rusak © 2016 Frontier Theme