Ponsel Rusak

Kumpulan Solusi Reparasi Ponsel

Kegunaan dan Tujuan Porting Rom

Apa sih Gunanya Porting Rom? Dan Apa Pula Tujuanya? – Android yang merupakan system operasi yang menggunakan gambar robot hijau sebagai simbol ini memang cukup menggemparkan pasar dunia smartphone. Bahkan tidak membutuhkan waktu lama system operasi besutan google ini menggeser brand-brand besar seperti iPhone, Blackberry, serta system operasi Symbian milik Nokia yang sempat mendominasi.

System operasi yang berupa open source membuat Android cepat melejit. Karena dengan lisensi open source, memberi keleluasaan serta kebebasan bagi para pengembang untuk melakukan modifikasi sesuka mereka. Salah satunya adalah kebebasan bagi para user yang berpengalaman untuk membuat rom android mereka sendiri, atau lebih dikenal dengan nama custom rom.

Pengertian dari custom rom dan porting rom

Pengertian Custom Rom

Custom rom adalah sebuah rom android yang sudah dimodifikasi, sehingga memiliki kelebihan dibanding rom bawaan pabrik. Karena biasanya, rom bawaan pabrik atau lebih dikenal dengan stock rom, hanya berisi fitur-fitur standar yang sudah dibatasi oleh pabrikan smartphone itu sendiri. Sehinga dengan menggunakan custom rom, kita bisa menghapus batasan tersebut. Misalnya smartphone Dual SIM yang awalnya hanya SIM 1 saja yang mendukung 3G, bisa berubah jadi Dual 3G sehingga kita bisa menggunakan koneksi 3G dengan SIM 2 yang awalnya hanya mendukung sinya EDGE atau GPRS saja. Cukup menarik bukan?

Bagi user yang sudah ahli, membuat custom rom bukanlah hal yang sulit. Namun bagi user pemula termasuk saya, hanya bisa ikut menggunakan custom rom buatan orang lain. Biasanya banyak sekali bertebaran custom rom yang dibagi secara gratis di internet, anda hanya tinggal mencari custom rom yang sesuai dengan merk HH anda. Cara instalasinya juga cukup mudah dengan menggunkan CWM sesuai tutorial yang biasanya juga sudah dijelaskan.

Pengertian Porting Rom

Lalu, bagaimana jika anda tidak menemukan custom rom yang sesuai dengan merk dan tipe HH anda? Jangan risau, anda masih tetap bisa menggunakan custom rom dengan cara porting. Porting? Apa itu? Nah, saya sendiri kurang tahu devinisi pasti dari porting ini. Tapi menurut pengalaman pribadi saya, saya memiliki kesimpulan sederhana. Yaitu.. porting adalah cara mengubah mount point yang berada pada file update script  pada custom rom agar cocok dengan mout point HH kita.

Sederhananya begini. Jika smartphone A menggunakan ”kamar 5” sebagai tempat install data dan ”kamar 6” sebagai tempat install system, sedangkan custom rom yang akan kita install menggunakan ”kamar 2” sebagai tempat install data dan ”kamar 4” sebagai tempat install system, maka kita akan melakukan porting dengan mengedit file update script yang dimiliki custom rom, dan mengubah ”kamar 2” dan ”kamar 4” menjadi ”kamar 5” dan ”kamar 6” agar custom rom mampu berjalan di HH kita.

Bagaimana? Apakah penjelasan saya sudah cukup rumit dan membuat anda bingung? Hehe.. Ma’af, saya sendiri juga bingung harus menjelaskanya dengan cara apa. Adapun porting rom, biasanya dilakukan dengan beberapa syarat. Misal jenis chipset harus sama seperti mt6572 dengan mt6572, serta versi android yang setingkat misal android 4.4.2 dengan 4.4.2. Adapun resolusi layar serta jenis layar yang digunakan, sepertinya tidak terlalu berpengaruh. Untuk langkah porting sendiri, tiap custom rom memiliki cara berbeda dalam langkah instalasinya. Biasanya si pembuat sudah menyertakan tutorialnya secara lengkap.

Porting paling sederhana yang pernah saya lakukan adalah dengan mengganti file boot.img serta mengedit updater script yang ada di dalam custom rom. Namun ada juga beberapa custom rom yang memiliki cara lebih rumit, misal mengganti file system pada custom rom dan mereplace dengan file dari stock rom.  Biasanya beberapa file yang di replace berada di folder lib serta etc, dan tidak menutup kemungkinan file di folder lain sesuai tutorial custom rom yang akan anda install.

Fungsi dari Porting Rom

Lalu, apa gunanya porting rom? Gunanya sebenarnya simple. Porting rom akan sangat membantu bagi para user yang tidak menemukan custom rom untuk tipe HH mereka, sehingga mereka masih memiliki kesempatan untuk ikut merasakan custom rom dengan mencari custom rom yang sesuai dengan tipe chipset serta versi android yang mereka miliki. Contohnya saya. Jangankan untuk mencari custom rom, mencari stock rom untuk Vertu X-Bo V1 yang saya miliki saja sudah setengah mati nyarinya. Waktu hp saya mengalami bootlop dan butuh diflash, sudah puluhan counter yang angkat tangan dengan alasan ”ma’af mas, hp ini gak ada stock romnya”.

Akhirnya saya modal nekat browsing dari belahan dunia timur hingga barat, saya menemukanya disebuah forum Myanmar, dan lagi.. saya harus membelinya dengan harga 20 poin(forum ini menggunakan system poin sebagai pembayaran) yang setara dengan 6 dollar yang saya bayar via paypal saya. Lalu saya flash sendiri via SP flashtools, dan akhirnya.. hp saya hidup kembali dari mati suri.

Karena sudah memiliki stock rom, saya menjadi tak lagi takut melakukan experimen mencari custom rom untuk HH saya dengan cara porting. Alhasil..kini saya memiliki 4 rom yang bebas saya gunakan di HH saya, dan bisa saya ganti-ganti ketika bosan. Yaitu rom asli, rom buat game, rom khusus musik dan internet dengan sinyal 4G bohongan, serta rom MIUI v5. Jadi, apakah anda berani senekat saya? Jika ingin pintar, maka jangan takut mengambil resiko. 😀

Updated: April 20, 2016 — 10:13 pm

The Author

Ponsel Rusak

Ponselrusak.com merangkum solusi perbaikan High-end mobile devices dan Tablets. Silahkan follow di akun G+ +Ponselrusak.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ponsel Rusak © 2016 Frontier Theme