Tip Rooting Samsung Galaxy S6 Tanpa ‘Membangunkan’ KNOX

Tip Rooting Samsung Galaxy S6 Tanpa ‘Membangunkan’ KNOX

Dalam praktiknya, metode root Samsung Galaxy S6 dengan Edge S6 mempunyai beberapa perbedaan. Akan tetapi, masalah utama yang akan Anda hadapi saat rooting ponsel besutan vendor Korea Selatan ini justru terletak pada sistem keamanannya yang bernama KNOX. Mempraktikkan rooting pada Samsung Galaxy S6/S6 Edge secara sembarangan malah akan memicu counter KNOX yang terbenam pada gawai tersebut.
Mengatasi Samsung Knox

Definisi dan fungsi KNOX pada ponsel Samsung

Lalu, adakah cara rooting Samsung Galaxy S6/S6 Edge tanpa harus terdeteksi KNOX? Tentu saja ada, tetapi sebelumnya Anda perlu mengenal sistem keamanan tersebut. KNOX besutan Samsung adalah platform keamanan yang menjamin dan melindungi perangkat dari modifikasi yang dianggap melanggar aturan. Dengan kata lain, KNOX menjaga ponsel dari instalasi aplikasi yang akan mengancam performa dan kualitas komponen ponsel.

Tweaking atau rooting apa pun yang Anda lakukan terhadap Samsung Galaxy S6/S6 Edge hanya akan menghidupkan ‘sekering’ perangkat kerasnya. Selain itu, karena ‘sekering’tersebut tak bisa diatur ulang, rooting yang Anda terapkan secara tak langsung membatalkan garansi. Hal ini dikarenakan bukti saat memodifikasi perangkat lunak pada gawai berbasis Android mustahil ditutupi. Kerugian lain yang bakal Anda rasakan adalah tertutupnya akses pemakaian Samsung Pay mengingat layanan pembayaran mobile ini membutuhkan konfirmasi KNOX untuk memastikan keamanan bertransaksi.

Cara rooting Samsung Galaxy S6 tanpa terendus KNOX

Bila Anda ingin tetap menjalankan root Samsung Galaxy S6, berarti Anda sudah mempertimbangkan setiap dampak baik maupun buruknya. Lantas, bagaimana caranya agar tweakingberjalan tanpa harus ‘membangunkan’ KNOX? Anda dapat memanfaatkan utilitas PingPong Root. Namun, sebagai catatan awal, metode ini hanya beroperasi pada perangkat Samsung Galaxy S6/S6 Edge dengan sistem operasi Android 5.0.2 (Lollipop).

Dalam metode ini, rooting bekerja dengan mengeksploitasi kernel. Artinya, celah keamanan yang akan Anda gunakan dalam metode ini kemungkinan besar akan segera ditutup pihak Samsung. Salah satu contoh kasus yang telah diblokir vendor tersebut adalah rooting lewat Towelroot pada Samsung Galaxy S5. Pemblokiran langsung dilakukan beberapa bulan kemudian lewat update OTA.

Jika metode tweaking memakai PingPong Root nanti tidak dapat dilaksanakan lagi karena update, maka Anda bisa memilih opsi alternatif secara manual dengan mengunduh file yang dibutuhkan. Selain itu, Anda juga harus mengeksekusinya memakai Odin. Kemudian, untuk mempertahankan sistem rooting pada ponsel setelah update, Anda perlu menunggu sampai pengembang independen mengeluarkan stok firmware versi pre-rooted. Flashing firmware yang sudah dimodifikasi pun tetap berpeluang memicu KNOX.

Setelah semua kebutuhan siap, ikuti langkah-langkah root Samsung Galaxy S6 berikut ini:

Pastikan firmwre ponsel sudah mendukung

Utilitas PingPong Root sudah mendukung sebagian besar varian Samsung Galaxy S6 maupun S6 Edge. Namun, hanya beberapa versi firmware yang kompatibel. Anda dapat memastikannya dengan membuka menu Setting atau Pengaturan, lalu pilih About device. Versi firmware biasanya diperlihatkan pada bagian Build number. Anda juga dapat memeriksanya pada website yang menyediakan daftar versi firmware yang kompatibel.

Menginstal PingPong Root dan SuperSU

Supaya PingPong Root dapat terinstal dan dijalankan, pastikan opsi Unknown sources sudah diaktifkan (pilih Setting, lalu Lock screen and security). Karena aplikasi ini tidak tersedia di Play Store, Anda harus mengunduhnya dari website penyedia utilitas rooting. Segera buka PingPong begitu selesai terunduh dan diinstal. Ketika jendela baru muncul, akan ada permintaan untuk menginstal SuperSU. Tekan Install, lalu Done saat proses selesai.

Memulai rooting pada Samsung Galaxy S6

Anda akan mendapati dua tombol setelah membuka menu utama PingPong Root, yakni GetRoot! dan Download data. Jika versi firmware pada perangkat Anda termasuk yang harus diunduh terlebih dahulu, berarti Anda harus memilih Download Data. Begitu tahap tersebut selesai, baru Anda pilih Get root! Tunggu dan jangan matikan perangkat selama rootingberlangsung, karena biasanya Anda akan dapat pesan rebooting ponsel begitu tweaking selesai.

Memperbarui Superuser binary pada ponsel

Langkah selanjutnya yang perlu Anda ikuti saat root Samsung Galaxy S6 adalah membuka aplikasi SuperSU yang sudah diinstal sebelumnya. Anda akan mendapatkan pemberitahuan untuk memperbarui Superuser binary, lalu tekan Continue untuk melanjutkan proses. Berikutnya, pilih opsi Normal dan tunggu selama kurang lebih setengah jam hingga binary tuntas diperbarui. Setelah semuanya selesai, Anda tekan tombol Reboot.

Proses verifikasi rooting terhadap ponsel

Samsung Galaxy S6 milik Anda sudah berada dalam keadaan root selepas rebooting. Untuk verifikasi, unduh dan instal aplikasi Root Checker yang tersedia di Play Store. Setelah aplikasi terpasang, tekan Verify Root dan pilih Grant. Apabila prosesnya lancar, Anda akan memperoleh pesan yang menyatakan perangkat sukses melalui tahap rooting. Jika gagal, Anda dapat ulangi proses rooting dari nomor tiga dengan ponsel dalam mode terbang (Airplane Mode).

Kelebihan ponsel yang sudah mendapatkan rooting

Rooting memang menyebabkan penurunan sistem keamanan hingga kehilangan garansi. Namun, ada kelebihan-kelebihan yang tak akan Anda dapatkan sebelumnya seperti:

Dapat membuang aplikasi bawaan

Sebagian aplikasi bawaan atau bloatware pada ponsel Android biasanya tidak dipakai dan memenuhi ruang penyimpanan. Sayangnya, program-program tersebut tidak bisa Anda hapus atau hanya sekadar dinonaktifkan/disable. Namun, dengan root Samsung Galaxy S6, kendala tersebut dapat diatasi dengan mudah. Anda bisa membuang aplikasi-aplikasi bawaan yang dianggap kurang bermanfaat atau jarang dipakai begitu ponsel sudah dalam keadaan rooting.

Menghemat daya baterai ponsel Android

Baterai cepat habis atau drop termasuk salah satu keluhan yang kerap dilontarkan pengguna ponsel berbasis Android. Akan tetapi, tweaking memungkinkan Anda untuk meningkatkan performa baterai pada perangkat dengan aplikasi kalibrasi seperti Battery Callibartion. Aplikasi tersebut bekerja dengan cara menghapus file bernama batterystats.bin yang tertanam dalam sistem. Dengan begitu, ponsel bisa Anda pakai tanpa harus dicas berkali-kali.

Performa Android lebih cepat dan ringan

Berkurangnya jumlah aplikasi bawaan yang terdapat dalam ponsel juga akan mempengaruhi performa sistem operasi Android. Ada beberapa metode yang dapat Anda pilih, salah satunya menggunakan aplikasi bernama Greenify. Dengan Greenify, RAM pada Samsung Galaxy S6 tak akan sesak lagi dan dapat bekerja secara optimal. Jadi, Anda tidak akan lagi mendapati ponsel mendadak lag atau hang saat membuka lebih dari satu aplikasi.

Memori internal akan jauh lebih lega

Kelebihan terakhir yang akan Anda peroleh dari ponsel yang sudah mendapatkan rooting adalah memori internal yang jauh lebih lega. Sebagian besar ponsel Android biasanya mempunyai memori internal yang tak sepenuhnya kosong karena sudah diisi aplikasi bawaan. Namun, selepas tweaking, aplikasi-aplikasi tadi dapat Anda hapus dan membuat ruang penyimpanan tersebut tidak sesak dan dapat diinstal dengan program yang lebih bermanfaat.

Semoga tip root Samsung Galaxy S6 ini membantu Anda!
Advertisement

Baca juga:

This Is The Newest Post
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar