cloud_download Download Area !!Download Area Firmware, Driver, dan Tools Gratis

Systemless Root Android 6.01 Marshmallow

Melakukan root access ke gadget Android bukanlah konsep baru, namun cara baru untuk melakukan ini mulai populer setelah munculnya Android Marshmallow. Systemless root merupakan salah satu metode yang ditemukan untuk melakukan root Android 6.01 Marshmallow dan dinilai cukup aman dan dapat diandalkan.

Apa Itu Systemless Root?
Sebelum membahas apa itu systemless root, ada baiknya mengenal lebih dahulu rooting dengan cara “normal” untuk OS Android. Sejak OS Android 4.3, “su” daemon yang merupakan proses untuk menjalankan request access root, harus bootup pada awal stratup.

Proses ini memerlukan tahap – tahap tertentu untuk mendapatkan izin dari access point sebelum menjalankan command yang diminta secara effective. Mendapatkan izin dan tahapan – tahapannya dilakukan dengan merubah file pada Android dan system partisi-nya.

Walaupun begitu pada masa awal OS Lollipop belum ditemukan cara untuk menjalankan program su daemon saat booting awal. Untuk menghindari masalah ini digunakanlah modified boot image, ini adalah prototype awal systemless root karena cara ini tidak mengganti file maupun system partisi pada Android.

Cara baru ini sebenarnya banyak yang mendukung dan cukup populer. Walaupun begitu perkembanganya terhambat karena ditemukan cara melakukan root pada OS Lollipop dengan proses akses tradisional (menggunakan su daemon tanpa modified boot image). Hal ini membuat prototype awal systemless root tidak lagi diperhatikan dan gagal disempurnakan.

Systemless root mulai menarik perhatian lagi setelah Android mendapatkan update OS menjadi Marshmallow. Google memperkuat security system-nya dan membuat akses tradisional tidak memungkinkan dilakukan. Security ini membuat su daemon tidak dapat medapatkan izin dari access point walaupun dengan banyak modifikasi.

Karena mengubah system partisi tidak memungkinkan, akses tanpa merubah hal tersebut mulai dikembangkan. Hal ini merupakan penyempurnaan systemless root awal pada masa OS Lollipop. Penggunaan teknik ini akhirnya mampu digunakan pada semua OS Marshmallow, OS Nougat dan bahkan gadget Samsung di atas versi 5.1 yang menggunakan OS modifikasi dari Android.

Kelebihan dan Kelemahan Systemless Root

Melakukan root Android 6.01 Marshmallow dengan cara systemless root tentu memiliki kelemahan dan kelebihan seperti teknik – teknik root pada umumnya. Hal yang menjadi masalah jika menggunakan teknik ini adalah gadget yang dikunci bootloadernnya secara default. Jika bootloader tidak dapat diakses, access tidak akan didapatkan untuk melakukan systemless root. Walaupun ada cara bypass untuk hal ini, caranya spesifik pada merek dan type gadgetnya.

Tutorial cara root android 6.0.1

Bagi para pelaku root, cara yang spesifik ini tentu sulit untuk dipelajari dan dilakukan. Bayangkan saja jika semua device dan gadget yang dikunci bootloadernya harus dicoba satu – satu dan dicari jalan lain mengaksesnya, hal ini akan membutuhkan kerja keras dan waktu yang lama. Jika tidak ditemukan cara bypass-nya, berarti teknik systemless root tidak dapat digunakan untuk gadget tersebut.

Di sisi lain, kelemahan systemless root hanya itu saja. Mungkin teknik ini lebih rumit dilakukan dari pada teknik root lain, namun dengan belajar dan membiasakan diri, teknik ini tetap dapat dikuasai. Teknik ini dapat dinilai sebagai cara terbaik untuk melakukan root pada device dan gadget Android saat ini.

Contoh kelebihan lainya adalah menerima OTA update akan lebih mudah dengan cara systemless root. OTA systemless root biasanya dapat dibuat lebih efektif menggunakan tool. Banyak tool yang dipilih untuk hal ini contohnya FlashFire. Tool macam ini berfungsi dengan memberi shock pada firmware dan memaksanya untuk re-root saat proses flashing berjalan.

Keuntungan dari systemless root adalah seberapa terpengaruh system inti dengan modifikasi ini. Root dengan cara ini dinilai lebih bersih karena tidak mengganti, menambah ataupun mengurangi file pada system partisi gadget. Hal ini berarti proses un-root akan lebih mudah dilakukan. Root dengan metode systemless ini juga akan hilang dengan factory reset, jadi sebelum menjual gadget reset dapat langsung dilakukan tanpa perlu mereka – reka perubahan yang sudah dilakukan.

Tentu beberapa individu lebih prefer untuk hasil root tetap ada walau dengan factory reset, hal ini bisa dianggap sebagai preferensi pelaku root. Namun tenang, yang perlu dilakukan untuk root agar kembali seperti semula cukup mudah. Hal yang perlu dilakukan hanya re-flash kembali SuperSU tertentu yang ter-reset oleh factory reset.

Proses un-root dengan metode ini hanya memerlukan beberapa tahapan dan dinilai lebih ringkas. Un-root biasa dapat dilakukan dengan factory reset, namun jika memilih un-root tanpa proses reset, ini juga bisa dilakukan. Cukup dengan melakukan flash pada boot image yang bersih pada gadet dan mengaplikasikannya menggunakan SuperSU. SuperSU ini hanya membutuhkan satu command pada command promt untuk menyelesaikan proses un-root.

Ada hal yang perlu diperhatikan untuk systemless root yang sampai sekarang masih dicari tahu penyebabnya. Systemless root dapat membuat Android Pay bekerja normal pada device ataupun gadget yang di-root. Biasanya aplikasi ini tidak akan bekerja dengan cara root biasa apapun modifikasi yang dilakukan. Keuntungan systemless root yang satu ini merupakan ketidak sengajaan dan masih jadi misteri sampai saat ini.

Teknik Root Lain Tetap dapat Menjadi Pilihan

Walaupun systemless root terlihat sangat menguntungkan, ada beberapa faktor yang membuat banyak orang masih menggunakan teknik root Android 6.01 Marsmallow yang lain. Tidak semua device maupun gadget Android cocok untuk dilakukan systemless root. Seperti sudah dibicarakan sebelumnya jika bootloader dikunci, lebih baik menggunakan teknik root lain.

Seperti sejarang systemless root, teknik root lain masih berkembang dan suatu saat dapat lebih efektif digunkan. Google akan selalu berusaha mengupdate proteksi system pada Android dan jika teknik root tidak berkembang juga maka rooting gadget akan tertinggal jauh.

Teknik systemless root lebih rumit terkadang juga menjadi faktor mengapa hal ini membuat orang malas melakukannya. Walaupun sekarang ada pilihan di SuperSU untuk menampilkan pilihan yang lebih sederhana, tidak semua orang mampu belajar hal ini. SuperSU biasanya akan memberikan arahan jika device atau gadget lebih cocok menggunakan teknik rooting lain selain dengan systemless root.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah tidak semua gadget Android sudah menggunakan OS Marshmellow. Walaupun teknik ini mulai terkenal karena kebutuhan root Android 6.01 Marsmallow, systemless root masih belum teruji untuk backward compatibility. Banyak yang menyatakan bahwa menggunakan systemless root pada versi Android yang lebih tua malah menimbulkan banyak komplikasi. Jika teknik yang lama masih bekerja, tidak ada motivasi untuk mengembangkan teknik systemless root yang bekerja di versi Android tua.

Para pengembang teknik systemless root lebih tertarik untuk melakukan future proofing. Hal ini ditujukan akan systemless root masih dapat bekerja di versi – versi OS Android yang lebih canggih kedepannya.

Android adalah sebuah OS device yang solid dan complex, dengan rooting banyak orang dapat mengakses semua kemampuan OS ini secara maksimal. Walaupun dengan segala keuntunganya, melakukan rooting bukanlah sesuatu yang dapat dianggap enteng. Developer dan para teknisi rooting telah bekerja keras untuk menyediakan teknik terbaik agar dapat dilakukan oleh banyak orang.

Usaha ini tidak boleh diremehkan, jangan harap semua teknik rooting itu aman dan pasti bekerja. Setiap teknik rooting akan ada kelebihan dan kelemahannya, dan diharapkan para penggunanya dapat lebih seksama dan hati – hati memanfaatkan keuntungannya.

No ratings yet.

Please rate this

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *